http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Alat Berat Diterjunkan untuk Angkat Material Banjir Bandang di Mojokerto

Options
Mojokerto - Material banjir bandang berupa batu, lumpur, dan pepohonan memutus jalan antardusun di Desa Wotanmas Jedong, Ngoro, Mojokerto. Malam ini dua alat berat diterjunkan ke lokasi untuk membuka jalan tersebut.

Pantauan detikcom di lokasi, batu-batu berukuran besar bercampur lumpur dan pepohonan yang tumbang menutup jalan penghubung Dusun Watusari dengan Dusun Jedong. Jalan dengan permukaan paving block itu menjadi akses keluar-masuk satu-satunya penduduk Watusari.

Hingga pukul 22.55 WIB, puluhan warga masih memadati lokasi untuk menyaksikan dampak banjir bandang. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mojokerto dibantu relawan sibuk memotong pepohonan dengan gergaji mesin.

Sebuah alat berat sudah tiba di lokasi untuk menyingkirkan material banjir bandang yang menutup jalan. Sejumlah polisi juga tampak berbaur dengan warga melakukan penjagaan.

"Dua alat berat kami kerahkan, bantuan dari warga sini dan kami datangkan dari Dinas PU (Pekerjaan Umum) untuk normalisasi jalan supaya bisa dilalui," kata Kepala BPBD Mojokerto M Zaini kepada detikcom di lokasi, Jumat (18/1/2019).

Dia menjelaskan malam ini pihaknya berfokus menyingkirkan material longsor untuk membuka akses jalan. Baru esok hari pendataan terhadap rumah warga terdampak akan dilakukan.

"Kerusakan rumah warga sejauh mana, besok kami bantu sesuai kondisinya," ujarnya.

Zaini memastikan tidak ada korban jiwa dalam banjir bandang ini. Menurut dia, durasi hujan yang panjang, ditambah minimnya vegetasi di lereng Gunung Penanggungan, disinyalir menjadi penyebab banjir bandang.

"Kemarau panjang yang lalu terjadi kebakaran hutan masif di atas tebing ini, membuat tanah gembur dan minim penguat tanah, sehingga terjadi banjir bandang ini," terangnya.

Banjir bandang di Dusun Watusari terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Material lumpur bercampur bebatuan besar dan pepohonan menerjang dari lereng Gunung Penanggungan.

Material tersebut menutup jalan antardusun sepanjang sekitar 30 meter. Jalan berupa paving block berubah layaknya sungai yang penuh lumpur dan bebatuan besar. Jembatan sepanjang 8 meter juga tertimbun.

Banjir bandang merusak teras rumah Legini, yang berada sekitar 2 meter di sebelah selatan jembatan. Kandang berisi tujuh ekor kambing juga hanyut. Material lumpur menerjang masuk ke rumah empat warga.
(bag/bag)



Sumber: Detik.com
loading...