http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Apakah Ada Bahasa Paling Efisien: Inggris, Arab atau Mandarin?

Options

Dunia bahasa begitu beragam. Terdapat hampir 7.000 bahasa berbeda yang dipakai untuk bercakap-cakap di dunia.

Mandarin dipakai oleh lebih satu miliar orang, tetapi terdapat 46 bahasa yang hanya digunakan satu orang.

Kita sering kali membandingkan bahasa terkait dengan yang terdengar paling enak di telinga, padahal ini sangatlah subjektif.

Tetapi bahasa apa yang paling efisien? Pastinya pengukuran lebih objektif.

Ketepatgunaan diartikan sebagai mencapai produktivitas maksimal dengan usaha terbuang yang minimal, dan para peneliti menggunakan sejumlah metode untuk menghitungnya.

Inilah temuan mereka.

Tercepat

Guru besar linguistik, Profesor Gertraud Fenk-Oczlon dari Universitas Klagenfurt, Austria ingin mengetahui bahasa yang tercepat terkait dengan pengucapannya.

Telugu, yang memiliki lebih 80 juta pemakai terutama di India bagian selatan, ditemukan sebagai bahasa lisan yang paling cepat, demikian menurut sebuah kajian.


Murid mempelajari bahasa Telugu di sebuah sekolah swasta di Hyderabad, India. - Getty Images

Dalam penelitian itu, Fenk-Oczlon mengumpulkan penutur asli 51 bahasa, 19 Indo-European dan 32 Non-Indo-European.

Mereka diminta menerjemahkan kalimat sederhana seperti, "Matahari sedang bersinar. Saya mengucapkan terima kasih kepada guru. Mata air ada di sebelah kanan. Kakek sedang tidur."

Setelah itu, para peserta diminta membaca terjemahannya dalam kecepatan biasa.

Telugu sedikit mengalahkan Jepang sebagai bahasa lisan tercepat.


Biarawan Buddha membaca surat kabar. - Getty Images

Di bagian terbawah adalah bahasa Thailand, di atasnya bahasa Vietnam.

Kepadatan informasi

Tetapi fungsi kunci bahasa adalah komunikasi. Lebih banyak kata per menit tidak kemudian berarti lebih banyak informasi yang disampaikan.

Ahli linguistik di Universitas Lyon, Prancis, berusaha mengetahui seberapa baikkah bahasa dalam memasukkan informasi.

Mereka menerjemahkan lima kalimat yang berhubungan secara logis ke dalam bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, Italia, Jepang, Cina Mandarin dan Jerman. Para peneliti kemudian mengundang 59 penutur asli untuk membaca naskah.

Para peneliti kemudian menghitung kepadatan informasi rata-rata bagi setiap suku kata dan jumlah suku kata rata-rata yang diucapkan per detik saat berbicara normal.

Dan mereka menyimpulkan bahasa yang lebih cepat ternyata tidak menerjemahkan tingkat transfer informasi yang lebih tinggi.


Menurut sebuah kajian, bahasa Jepang dipandang sebagai bahasa tercepat. - Getty Images

Penutur Jepang dapat mengucapkan delapan suku kata per detik dibandingkan dengan Cina yang hanya dapat mengatakan lima buah.

Tetapi bahasa Jepang hanya dapat memasukkan setengah informasi per suku kata dibandingkan dengan Mandarin.

Inggris di peringkat teratas jika berdasarkan tingkat informasi, diikuti bahasa Perancis dan Jerman.

Lihat Juga

Transfer informasi

Para peneliti di Lyon, Prancis memperluas penelitian mereka dengan memasukkan 11 bahasa lainnya ke dalam daftar. Delapan bahasa ini berasal dari 10 kelompok bahasa yang berbeda.

Tingkat pengucapan rata-rata ditemukan berada pada kisaran 4,7 suku kata per detik di bahasa Thailand, 8,03 suku kata per detik pada bahasa Jepang.

"Tetapi ketika kita melihat kepadatan informasi, jumlah informasi rata-rata yang disampaikan per suku kata, kami menemukan bahasa Jepang memiliki kepadatan informasi terendah. Thai adalah bahasa paling lambat tetapi merupakan bagian dari kelompok bahasa dengan kepadatan informasi yang tinggi," kata Yoon Mi Oh yang sedang melakukan penelitian S3 di Universitas Canterbury, Selandia Baru.

Dia mengatakan bahasa kita lebih banyak kemiripannya dalam tingkat informasi dibandingkan dengan tingkat pengucapan atau kepadatan informasi.

"Kami memperlihatkan lewat kajian kami bahwa terlepas dari seberapa cepat atau lambat kita mengucapkan bahasa yang berbeda, jumlah informasi rata-rata yang dikirimkan per suku kata serupa di banyak bahasa," katanya.

Tingkat informasi bahasa manusia (jumlah informasi rata-rata yang disampaikan per detik) cenderung berkumpul pada kisaran 39 bagian/detik, menurut penelitian mereka.

Jawaban pasti yang sulit dipahami

Penelitian masih terus berlanjut untuk menemukan bahasa yang paling efisien. Sebagian menggunakan model matematika.


PBB memiliki 193 negara anggota dengan hampir 7.000 bahasa. - Getty Images

Beberapa ahli seperti Profesor Ted Gibson dari Language Lab, MIT, mengatakan penelitian yang ada masih belum memberikan jawaban yang pasti.

"Ini adalah pertanyaan yang sulit dikaji. Karena kita tidak hanya menggunakan bentuk bahasa tetapi juga artinya. Meneliti hal itu sangatlah sulit. Beberapa orang telah melakukan sejumlah percobaan tetapi kita masih belum memiliki jawaban terhadap pertanyaan itu," kata Ted Gibson kepada program ilmu pengetahuan BBC, Crowd.

Tidak lama lagi di masa depan kita kemungkinan dapat mengetahui bahasa yang paling efisien, tetapi terdapat pertanyaan lain yang lebih mudah dijawab, yang mana yang paling kuat.

Kekuatan dunia

Kai Chan seorang peneliti di Abu Dhabi yang juga merupakan Distinguished Fellow, INSEAD Innovation and Policy Initiative, mengkaji kekuatan sebuah bahasa.


Menurut sebuah kajian, Mandarin dan Inggris adalah dua bahasa penguasa dunia. - Getty Images

Dia menggunakan lima parameter pada penelitiannya:

1. Geografi: kemampuan berpindah

2. Ekonomi: kemampuan terlibat dalam kegiatan ekonomi

3. Komunikasi: kemampuan terlibat dalam percakapan

4. Pengetahuan dan media: kemampuan mengkonsumsi pengetahuan dan media

5. Diplomasi: kemampuan terlibat dalam hubungan internasional.

Berdasarkan berbagai hal di atas dia menyimpulkan Inggris adalah bahasa paling kuat diikuti oleh Mandarin, Perancis, Spanyol dan Arab.

Bahkan setelah memasukkan faktor keberhasilan ekonomi Cina, dia mengatakan pada tahun 2050, bahasa Inggris tetap menjadi yang paling kuat.

Tetapi bahasa Spanyol akan naik ke peringkat ke tiga, sementara Prancis dan Arab berada di dua urutan selanjutnya.



Sumber: Viva.co.id
loading...