http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Atasi Match Fixing PSSI-Polisi Harus Bersinergi

Options

INILAHCOM, Jakarta - PSSI mengadakan pertemuan dengan AFC membahas penanganan pengaturan skor. PSSI diminta bisa bersinergi dengan upaya kepolisian memberantas praktik curang tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (15/1/2019) siang WIB, PSSI diwakili oleh Sekjen Ratu Tisha dan anggota Komite Eksekutif (Exco) Gusti Randa, serta anggota Komdis, Umar Husin. Sedangkan AFC diwakilo oleh bagian Integrity Executive Legal Affairs, Mohamad Yazid Bin Zakaria.

Hadir juga dalam pertemuan itu perwakilan kepolisian serta pengurus APPI, Ponaryo Astaman.

Tisha tidak menjelaskan secara terperinci pembicaraan dalam pertemuan tertutup tersebut. Ia hanya menyampaikan AFC meminta agar PSSI dan kepolisian tidak saling tumpang tindih dalam upaya pemberantasan praktik pengaturan skor di Liga Indonesia.

"Ya masing-masing sesuai tujuannya. Yang satu, PSSI, menginvestigasi terkait integrity. Apapun hal berkaitan integritas kami yang laporkan ke polisi. Di dalam kepolisianlah investigasi tindak pidana, suap, lalu ditemukan ada match fixing, itu yang dikolaborasikan dengan PSSI. Jadi, tidak sendiri-sendiri," kata Tisha.

Sejauh ini, pihak kepolisian sudah menangkap sejumlah nama tersangka pengaturan skor di Liga Indonesia, termasuk Vigit Waluyo yang disebut jadi otak praktik jual beli pertandingan.

Tisha mengatakan AFC tidak menyebut secara jelas langkah kepolisian tersebut sudah benar. Mereka hanya mengingatkan tugas pokok masing-masing pihak dalam upaya memberantas match fixing.

"AFC tidak menyinggung (sikap kepolisian) ini sudah benar atau tidak. Masing-masing punya yuridisnya sendiri. Tinggal diingatkan mana yang kewenangannya, mana yang bukan. Dan kapan kita perlu mereport satu sama lain, dan kapan kita perlu jalan dengan yuridis kami," ia memungkasi.

Sejak kasus pengaturan skor mengemuka ke ranah publik, polisi membentuk tim khusus bernama Satgas Anti-Mafia Bola, sedangkan PSSI membentuk Komite Adhoc untuk menyikapi semua hal yang berkaitan dengan match fixing.



Sumber: Inilah.com
loading...