http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Avtur Bikin Tiket Pesawat Mahal, Pertamina: Kami Termurah

Options
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan, avtur yang dijual perusahaan di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, adalah yang termurah jika dibandingkan bandara lainnya.

"Avtur kami di Cengkareng itu yang temrurah, data ini valid karena sekarang semua avtur untuk Garuda Indonesia kami juga yang sediakan, artinya kami langsung deal dengan penghasil avtur di sana, kami bisa langsung bandingkan. Jadi harga avtur kami kompetitif," tegas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat dijumpai di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (14/5/2019).


Lebih lanjut, ia menuturkan, setiap dua minggu pihaknya pun melakukan pembaruan informasi, dan komponen harga pembentuk tiket pesawat sudah ditetapkan berapa persen kontribusi avtur.

"Kalau tidak salah, 27% dari total cost structure harga tiket itu adalah avtur. Tapi harga avtur kami juga sudah ditetapkan dengan formula yang disesuaikan dengan ICP," terang Nicke.

"Kalau lihat trennya 3 bulan terakhir di 2018, itu ICP turun ya, begitu pun harga avtur kami sampai Februari, namun sekarang ICP mulai naik dan kami ikuti juga, tetapi jika kita bandingkan dengan airport yang lain, avtur kami masih tetap lebih kompetitif," ujarnya.

Adapun, bicara soal avtur, Nicke pun mengonfirmasi kembali, perusahaan sudah tidak melakukan impor avtur mulai April 2019. Hal ini disebabkan, perusahaan telah mengoptimalkan kinerja kilang, termasuk di Plaju dan Cilacap untuk memproduksi avtur.

"Sehingga sekarang sudah mandiri avtur, mulai April kemarin," imbuh Nicke.

Tidak hanya avtur, perusahaan juga sudah menghentikan impor solar karena adanya program B20 yang berjalan dan memberi impak pada impor solar.

"Solar mulai Mei ini juga sudah tidak perlu impor lagi. Sehingga nanti untuk pengadaan impor, sejak bulan ini ke depan, avtur dan solar sudah tidak ada lagi. Ini juga penghematan," katanya.

Nicke menambahkan, sekarang memang baru 2 produk BBM yang impornya turun, yaitu avtur dan solar. Namun, pihaknya akan melakukan perencanaan produk yang lebih presisi, artinya, kata Nicke, perusahaan memang harus mandiri product by product.

"Yang sekarang sudah sanggup adalah avtur dan solar, kalau lainnya belum, masih impor, karena kapasitas kilang kita belum bertambah jadinya yang bisa kami lakukan adalah mengoptimalkan saja produksi kilang kita baik dari jenis maupun volumenya," tandas Nicke.

Adapun, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto menambahkan, harga tiket pesawat yang mahal juga menyebabkan penurunan konsumsi avtur sampai 30%.

Sedangkan selain karena program B20 yang berjalan baik, impor solar bisa dihentikan karena pemerintah telah meminta kepada PLN untuk tidak membeli pembangkit yang menggunakan bahan bakar solar.

"Jadi PLN itu tidak boleh lagi beli pembangkit yang bahan bakar solar, kami paksa untuk pakai gas dan penggunaan gas dalam negeri terus meningkat dari tahun ke tahun," pungkas Djoko.

[Gambas:Video CNBC] (gus)



Sumber: CNBCIndonesia.com
loading...