http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Baru Sebulan, Jalan Tol Pemalang - Batang Retak

Options

JAKARTA - Kembali kasus jalan tol mengalami kerusakan terjadi. Kali ini giliran Tol Pemalang - Batang yang mengalami retak.

Adapun ruas tolyang mengalami keretakan terjadi pada kilometer 321 jalur A atau jalur menuju Kabupaten Batang. Hal tersebut sangat disayangkan, sebab jalan tol ini sendiri baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Desember lalu.

BERITA TERKAIT +

Corporate Secretary Waskita Toll Road, Alex Siwu mengatakan, membenarkan terjadi keretakan pada salah satu jalur jalan Tol Pemalang - Batang. Kejadian sendiri terjadi tepatnya pada 16 Januari 2019 lalu.

"Kejadian pada tanggal 16 Januari 2018 pada satu Titik Ruas jalan Tol Pemalang Batang tepatnya di KM 321 jalur A," ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (20/1/2019).

Retaknya jalan terjadi karena intensitas hujan yang sangat tinggi. Sehingga gerusan air pun meluap.

"Terjadinya gerusan Pada slope jalan Tol di akibatkan karena gerusan air yangmeluap dari saluran akibat intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir," jelasnya.

Sebagai informasi, Tol Pemalang-Batang yang dirancang sepanjang 39,2 kilometer itu bernilai investasi Rp 7,5 triliun. Tol ini terdiri atas dua seksi.

Seksi 1 memiliki panjang 23,3 kilometer. Sedangkan Seksi 2 Pekalongan-Batang memiliki panjang 15,9 kilometer.

Sebagai informasi, sebelumnya lereng jalan Ruas Tol Salatiga-Kartasura dikabarkan mengalami ambrol. Ambrolnya lereng jalan tol tersebut berada di Kilometer 489 di Wilayah Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

Direktur Utama PT Jasa Marga Solo Ngawi (JSN) David Wijayanto mengatakan, ambrolnya lereng jalan dikarenakan hujan deras yang mengguyur Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Sedangkan saluran air yang ada disana belum bekerja secara maksimal.

"Dua hari lalu tanggal 24 Desember 2018 terjadi di Kilometer 489+500 arah Salatiga menuju Solo di Jalan Tol Salatiga Kertasuea terjadi lereng tergerus air hujan karena saluran air belum berfungsi optimal," ujarnya kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

David juga menyebut jika ambrolnya hanya terjadi di lereng jalan dan bukannya di badan jalan seperti isu yang beredar. Bahkan menurutnya, badan jalan tol tersebut masih utuh dan kokoh hingga saat ini.

"Jadi bukan badan jalannya ambrol atau ambles. Badan jalan masih utuh hanya lerengnya saja yang tergerus sepanjang 20 meter," jelasnya.

(rhs)



Sumber: okezone.com
loading...