http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Bertahan di Irak, Pentagon Sebut Pasukan AS Punya Tujuan Baik

Options

loading...

WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengklaim bahwa kehadiran militernya membuat Irak lebih aman dan makmur. Pernyataan itu dikeluarkan setelah parlemen Irak menyerukan semua pasukan asing keluar dari negara itu dan meningkatnya ketegangan dengan Iran.

"Pada saat ini, tidak ada rencana oleh militer AS untuk menarik diri dari Irak," ujar Asisten Menteri Pertahanan Jonathan Rath Hoffman kepada wartawan pada konferensi pers.

"Dan saya pikir sudah jelas bahwa konsensus di Irak tampaknya bahwa pasukan Amerika Serikat mempunyai tujuan untuk kebaikan," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (19/1/2020).

Baca Juga:

Hoffman mengatakan kehadiran AS di negara itu bermanfaat bagi Irak dan akan terus mengarah pada peningkatan keamanan serta kesejahteraan bagi rakyat Irak.

Pernyataan Hoffman ini bertentangan dengan parlemen Irak. Pada 5 Januari lalu, parlemen Irak mengeluarkan resolusi tidak mengikat meminta Perdana Menteri Adil Abdul Mahdi untuk membatalkan permintaan bantuan militer dari koalisi yang dipimpin AS. (Baca: Parlemen Irak Keluarkan Resolusi untuk Usir Militer AS)

Pemungutan suara berlangsung dua hari setelah serangan pesawat tak berawak AS menewaskan pemimpin militer senior Iran Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil kepala milisi Irak yang didukung Iran, Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), ketika konvoi mereka meninggalkan Bandara Baghdad. Soleimani dijadwalkan bertemu PM Mahdi hari itu. (Baca: Jenderal Soleimani Iran Tewas Diserang AS di Bandara Baghdad)

Sebagai tanggapan atas kematian Soleimani, Iran membalas dengan menembakkan beberapa rudal balistik ke pangkalan-pangkalan Irak yang menampung personel AS. (Baca: Balas Dendam Iran Dimulai, Pangkalan AS di Irak Dibombardir)

Pasukan AS tetap berada di Irak sejak 2003, ketika koalisi yang dipimpin Washington menyerbu negara itu untuk menggulingkan pemimpin lamanya Saddam Hussein. Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa pasukan Amerika tidak akan ditarik kecuali Irak memberikan kompensasi atas uang yang dihabiskan di pangkalan udara di negara itu, dan berjanji akan memberikan sanksi jika Irak menolak melakukannya. (Baca: Irak Ingin Usir Tentara AS, Trump Minta Baghdad Bayar Dulu)

(ian)



Sumber: Sindonews.com
loading...