http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

DPR Desak Persingkat Jalur Ekspor Ikan

Options

INILAHCOM, Pekanbaru - Komisi IV DPR menyayangkan eksportir ikan arwana asal Riau harus transit ke Jakarta sebelum mengirim ke pasar Asia.

"Rantai distribusi ini adalah kendala untuk menaikkan harga, sehingga harga budi daya jadi mahal. Tentu ini jadi suatu yang harus didiskusikan dengan Kementerian Perhubungan, tapi itu tergantung pasar. Ada tidak airlines yang bisa mengirim penerbangan langsung dari Pekanbaru ke negara luar," jelas Anggota Komisi IV DPR RI Effendy Sianipar di Pekanbaru, Riau, seperti mengutip dpr.go.id.

Anggota Komisi IV DPR RI Effendy Sianipar mendukung upaya kelancaran ekspor ikan arwana yang telah dilakukan oleh PT Salmah Arowana Lestari selama bertahun-tahun. Namun, terdapat sejumlah kendala seperti untuk mengekspor ikan dari Pekanbaru, Riau, ke negara Asia, maka proses sedikit memakan waktu lama karena harus transit di Jakarta dulu.

Legislator dapil Riau ini menegaskan, keberadaan PT Salmah Arowana Lestari ini adalah aset penting dalam menunjang perekonomian masyarakat Riau. Sehingga kemudahan ekspor sangat dibutuhkan. "Yang jelas keberadaan dari penangkaran ini jadi aset bagi Pemprov Riau. Karena ada sumber pemasukan dan ada lapangan kerja," ungkap Effendy.

Karena itulah kehadiran Komisi IV DPR RI ini untuk mendengar dan memberikan kekuatan moral dalam menyikapi sejumlah persoalan terkait ekspor ini. Komisi IV DPR RI akan mendorong pemerintah pusat untuk memberikan kemudahan izin dan kelancaran distribusi dalam penangkaran ikan arwana ini. "Kewajiban pemerintah adalah mendorong ekspor. Salah satunya ikan arwana," jelas Effendy.

PT Salmah Arowana Lestari telah melestarikan dan membudidayakan ikan arwana, sehingga mampu menggenjot perkonomian di Kota Pekanbaru. Dalam sebulan, hasil penjualan ikan arwana bisa mencapai Rp1 miliar.

"Saya merasa bangga. PT. Salmah ini berdiri dari tahun 1987 dan terus eksis hingga bisa memberikan devisa negara. Ekspor ke sejumlah negara itu bisa 2000 ekor dengan nilai sampai Rp 1 miliar. Itu per bulan," ujar Daniel Johan usai memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI meninjau lokasi penangkaran ikan arwana tersebut.

Kunjungan kerja diikuti sejumlah Anggota Komisi IV DPR RI, diantaranya Hermanto, Effendy Sianipar, Asep Ahmad Moushul Affandy dan Muchtar Luthfi A Mutty. Sejumlah mitra kerja juga turut hadir, yakni Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno dan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau Suharyono.



Sumber: Inilah.com
loading...