http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Debat Tetap Menarik Meski Ma’ruf dan Sandi Beda Generasi

Options
Debat Tetap Menarik Meski Ma’ruf dan Sandi Beda Generasi - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, debat ketiga Pemilihan Presiden 2019 yang mempertemukan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin dan cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, Minggu (17/3), mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya, bakal menarik.

Menurut Fahri, debat nanti akan mempertemukan dua cawapres yang memiliki latar belakang berbeda. Di satu sisi, Sandi adalah milenial, muda, dan pengusaha. Sedangkan Kiai Ma’ruf, lanjut Fahri, adalah seorang ulama dan politikus gaek.

BACA JUGA: Diskusi dan Kitab Klasik Jadi Teman Kiai Ma'ruf Jelang Debat Cawapres

“Sebab, di zaman saya menjadi tenaga ahli di Fraksi Reformasi, beliau ketua Fraksi PKB. Ini (Kiai Ma’ruf) adalah politikus andalannya Gus Dur. Jadi, ada dua politisi PKB yang menonjol di antaranya beliau, dan satu lagi almarhum Yusuf Muhammad,” kata Fahri dalam diskusi Menakar Efektivitas Debat Capres dalam Meraih Suara di gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/3).

Fahri mengatakan, debat merupakan pertarungan yang mewakili dua alam pikiran yang sehari-hari bisa disebut agak berbeda jauh, termasuklah perbedaan gaya hidup, dan cara kampanyenya. “Pak Sandi keliling kalau pagi, kalau Pak Ma'ruf itu lebih banyak didatangi, dan seterusnya,” jelas Fahri.

Kendati demikian, Fahri mengatakan bahwa yang harus disepakati apa pun latar belakang, dari mana pun dia mewakili pikiran dan kelompok apa pun, begitu duduk di depan meja debat, maka mereka orang yang sebenarnya paling powerfull di dalam kata-katanya dan pertanyaan-pertanyaannya.

“Saya pernah mengatakan, misalnya kepada Pak Prabowo waktu dia debat yang kedua, kami saja anggota DPR tidak punya keistimewaan bertanya kepada presiden dan presiden harus menjawab langsung. Karena pertanyaan kami misalnya dalam hak angket itu jarang sekali bisa mendatangkan presiden,” kata dia.

Nah, kata Fahri, berbeda dengan debat. Orang bisa bertanya langsung dan boleh mengonfirmasi di depan umum kepada presiden apa pun yang pengin diketahuinya. “Di situ seorang presiden atau calon presiden harus menjawab dan harus mengatakan apa adanya,” papar dia.

Berita Terkait



Sumber: JPNN.com
loading...