http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Demonstran Hong Kong Main Pukul, China: Mirip Aksi Teroris

Options

loading...

HONG KONG - China kembali melayangkan kecaman pada aksi demonstrasi di Hong Kong. Teraktual, Beijing menyebut aksi pemukulan yang dilakukan demonstran di bandara internasional Hong Kong pada dua orang yang dituduh pengunjuk rasa sebagai polisi dari China daratan, sebagai tindakan “mirip aksi teroris”.

"Kami menyatakan kecaman terkuat atas tindakan mirip aksi teroris ini," kata Xu Luying, juru bicara di Kantor Urusan Dewan Negara Hong Kong dan Makau, seperti dikutip dari CNA. Luying menyebut, dua orang yang menjadi korban pemukulan itu sebagai "rekan dari China daratan".

“Tindakan para pemrotes sangat merusak citra internasional Hong Kong dan secara serius melukai perasaan sejumlah besar rekan senegaranya di China. Kejahatan kekerasan yang sangat keji harus dihukum berat menurut hukum yang berlaku," lanjutnya.

Baca Juga:

Luying juga kembali menegaskan dukungan China kepada aparat Hong Kong dalam menangani aksi demonstrasi yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan ini. "Kami dengan tegas mendukung kepolisian dan peradilan Hong Kong untuk secara tegas menegakkan dan membawa para penjahat ke pengadilan sesegera mungkin," tandasnya.

Pria yang sempat diikat dan dipukuli oleh demonstran di bandara internasional Hong Kong itu diidentifikasi sebagai Xu, seorang penduduk Shenzen. Ia ditahan selama dua jam oleh para pengunjuk rasa, sebelum akhirnya dievakuasi dengan ambulans keluar dari areal bandara.

Pria lainnya yang menjadi sasaran amukan demonstran adalah Reporter situs media China Global Times, Fu Guohao. Editor China Global Times, Hu Xijin mengatakan, reporternya itu diselamatkan oleh polisi setelah diikat oleh demonstran. Tabloid tersebut diterbitkan oleh People's Daily.

"Reporter GT Fu Guohao telah diselamatkan oleh polisi dan dikirim ke rumah sakit. Kami masih mencari tahu tentang kondisi cederanya," katanya.

(esn)



Sumber: Sindonews.com
loading...