http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Dibuka Menguat, Bursa Saham Asia Justru Ditutup Melemah

Options
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham utama kawasan Asia ditutup di zona merah untuk mengakhiri pekan ini: indeks Nikkei turun 0,4%, indeks Shanghai melemah 0,19%, indeks Hang Seng anjlok 1,11%, indeks Strait Times anjlok 1,35%, dan indeks Kospi terpangkas hingga 1,75%.

Padahal, tadi pagi bursa saham regional dibuka menguat. Proyeksi kami terbukti menjadi kenyataan. Penguatan Wall Street yang kemarin (25/10/2018) dipicu oleh positifnya rilis kinerja keuangan Microsoft memang perlu diwaspadai, seiring dengan data-data ekonomi di AS yang masih menunjukkan sinyal perlambatan. Pada dini hari tadi, Dow Jones melesat 1,63%, S&P 500 melompat 1,86%, dan Nasdaq meroket 2,95%.

Kemarin, pemesanan barang tahan lama inti yang merupakan pendekatan untuk mengukur investasi dunia usaha, diumumkan terkontraksi 0,1% MoM pada bulan September. Padahal, konsensus memperkirakan ada pertumbuhan sebesar 0,5% MoM. Kemudian, klaim tunjangan pengangguran sepanjang minggu lalu diumumkan sebanyak 215.000 jiwa, sedikit lebih tinggi dibandingkan ekspektasi yang sebanyak 214.000 jiwa.


Sekedar mengingatkan, sell-off yang terjadi di Wall Street pada perdagangan hari Rabu (24/10/2018) disebabkan oleh buruknya rilis data ekonomi yakni angka penjualan rumah baru periode September yang sejumlah 553.000 unit, jauh di bawah konsensus yang sebesar 627.000 unit. Kala itu, Dow Jones ditutup anjlok 2,41%, S&P 500 anjlok 3,09%, dan Nasdaq terpangkas 4,43%.

Buruknya rentetan data ekonomi yang dirilis dalam beberapa hari terakhir membuat pelaku pasar resah menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi AS pada malam ini waktu Indonesia. Pada pukul 19:30 WIB, pembacaan awal untuk angka pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal-III 2018 akan diumumkan.

Sebagai informasi, ada 3 jenis data pertumbuhan ekonomi yang diumumkan di AS yakni advance (pembacaan awal), preliminary, dan final. Biasanya, pembacaan awal memberikan dampak yang paling signifikan kepada pasar keuangan karena merupakan yang pertama kali diterima oleh investor.

Dari kawasan regional, rilis data ekonomi juga ikut membebani. Tingkat pengangguran Singapura per kuartal-III 2018 diumumkan naik menjadi 2,1%, dari yang sebelumnya 2% pada kuartal-II 2018. Kemudian, industrial production periode September justru terkontraksi 0,2% YoY, jauh lebih buruk dibandingkan konsensus yang memperkirakan akan ada pertumbuhan sebesar 3,5% YoY.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(ank/hps)



Sumber: CNBCIndonesia.com
loading...