http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Gara-gara Puntung Rokok, Gudang Barang Bekas dan 1 Truk Ludes Terbakar

Options

loading...

CIREBON - Sebuah gudang pengepul barang bekas di Desa Kalianyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ludes terbakar Sabtu (19/1/2019) malam tadi. Api yang berkobar dari bagian tengah dengan cepat membesar dan melumat habis gudang yang berisikan material karet dan plastik.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran hebat yang juga menghanguskan satu unit truk tersebut. Namun api diduga berasal dari puntung rokok yang menyambar material barang bekas.

Informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari bagian tengah gudang yang berisikan karet dan plastik. Api lalu dengan cepat membesar dan menjalar hingga ke bagian belakang gudang. Kencangnya tiupan angin dan menumpuknya material yang mudah terbakar, membuat api semakin cepat berkobar.

Baca Juga:

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung berjibaku menjinakkan amukan si jago merah. Ptugas yang mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran (damkar) menitik beratkan proses pemadaman pada bagian tengah. Namun bagian gudang yang tertutup dan asap plastik yang menyengat membuat petugas kewalahan hingga sesak nafas saat menjinakkan api.

Kasim, karyawan gudang menyebutkan, peristiwa kebakaran yang menghanguksan hampir seluruh isi gudang pada bagian tengah hingga ke belakang ini berawal dari kepulan asap di salah satu tumpukan barang bekas. Material plastik dan karet yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat menjalar. Ia menduga sumber api berasal dari puntung rokok.

Sementara itu, Eno Sujana, petugas damkar Kabupaten Cirebon menyebutkan, pihaknya berjibaku selama hampir empat jam baru akhirnya bisa menjinakkan amukan si jago merah. Petugas kemudian melakukan pendinginan di sekitar lokasi kebakaran guna mencegah kembali munculnya api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materil ditaksir mencapai miliaran rupiah.

(thm)



Sumber: Sindonews.com
loading...