http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Gluten, Haruskah Dihindari Sepenuhnya?

Options
Gluten, Haruskah Dihindari Sepenuhnya? - JPNN.COM

jpnn.com - Beberapa tahun belakangan ini, semakin banyak orang yang menghindari konsumsi gluten dalam menu makanannya sehari-hari. Gluten merupakan sejenis protein yang biasa ditemukan pada produk makanan yang berasal dari tanaman serelia atau biji-bijian, misalnya gandum, gandum hitam, dan jelai.

Mulanya, diet bebas gluten ditujukan untuk orang-orang dengan penyakit celiac. Orang dengan penyakit tersebut tidak bisa mengonsumsi gluten karena reaksi autoimun di dalam tubuhnya. Ketika gluten dikonsumsi, sistem kekebalan mereka akan menganggap gluten sebagai zat asing yang harus dihancurkan karena mengancam tubuh.

Reaksi autoimun pada penyakit celiac juga ikut merusak permukaan saluran usus, sehingga fungsi penyerapan nutrisi makanan di usus menjadi terganggu. Gangguan pada saluran pencernaan tersebut akhirnya dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, berbagai masalah pencernaan, hingga meningkatkan risiko penyakit lainnya.

Gejala penyakit celiac dapat bervariasi pada setiap orang. Tapi umumnya gejala yang muncul adalah diare atau sembelit, sakit kepala, dan penurunan berat badan. Selain itu, kembung, nyeri perut, mual, dan muntah juga bisa dialami. Dengan menghindari konsumsi gluten, maka kondisi kesehatan penderita celiac akan membaik.

Saat ini, banyak orang menerapkan diet bebas gluten padahal tidak memiliki celiac. Timbul anggapan bahwa diet bebas gluten bisa menurunkan berat badan dan menambah energi. Namun, menurut pakar penyakit celiac di Harvard Medical School, belum jelas apakah diet bebas gluten memang bisa meningkatkan kualitas kesehatan seseorang, terutama saluran pencernaan.

Pada sisi lain, belum banyak penjelasan medis yang dapat memastikan manfaat diet bebas gluten bagi kesehatan dan risiko diet bebas gluten. Pelaku diet bebas gluten memiliki kemungkinan kekurangan beberapa nutrisi, di antaranya serat, zat besi, kalsium, asam folat, riboflavin, niasin, dan tiamin. Pada akhirnya, kondisi tersebut bisa saja menyebabkan malnutrisi.

Tes DNA untuk Celiac

Tidaklah mudah untuk mendiagnosis seseorang dengan celiac. Peneliti menyebutkan bahwa hanya sekitar 20% dari penderita celiac yang terdiagnosis. Prinsipnya, diagnosis celiac membutuhkan pemeriksaan penunjang yang terdiri atas pemeriksaan laboratorium darah dan biopsi usus. 

Sumber : Klikdokter

Berita Terkait



Sumber: JPNN.com
loading...