http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Hasto Dengarkan Curhat Pedagang Pasar yang Merana Karena Sandiaga

Options
Hasto Dengarkan Curhat Pedagang Pasar yang Merana Karena Sandiaga - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin (TKN Jokowi - Ma'ruf) Hasto Kristiyanto menerima keluhan para pedagang saat berkunjung ke Pasar Tradisional Cakung, Jakarta Tumur, Sabtu (19/1). Pedagang pasar mengeluhkan sikap calon wakil presiden nomor urut dua Sandiaga Uno yang kerap memprovokasi pembeli.

Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsad mengatakan, keluhan itu merupakan aspirasi pedagang setelah dirinya berkeliling pasar di Indonesia. Dia menjelaskan, kampanye yang dilakukan Sandi di sejumlah pasar bersama dengan pernyataannya justru mematikan pedagang tradisional.

Rosyid menerangkan, Sandi kerap membuat pernyataan yang menyatakan harga bahan-bahan pokok di pasar tradisional sangat mahal. Bagi pedagang, pernyataan demikian justru mengkhawatirkan para pedagang kecil.

Sebab harga barang jualan mereka dianggap sama mahalnya dengan harga barang di ritel modern yang ada di mal. Masyarakat pun malas belanja ke pasar tradisional.

"Pasar sepi akibat omongan Sandiaga Uno bahwa harga bahan pokok di pasar mahal. Pedagang pasar membantah. Ini metode penghancuran pasar tradisional ke modern," kata Abdul.

Oleh karena itu, Abdul mengupayakan Jokowi terpilih kembali di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Menurut Abdul, akan berbahaya bagi pedagang tradisional jika Sandi memimpin bangsa ini.

"Pedagang pasar insyaallah mendukung pasangan Jokowi - Ma'ruf. Kami pasukan berani mati Jokowi - Ma'ruf," tegas dia.

Sementara, Hasto mengatatakan, di masa lalu, pedagang pasar kerap dimanfaatkan untuk kepentingan politik belaka. Namun, lanjut dia, PDI Perjuangan terus berupaya agar pedagang pasar tetap eksis dimulai dari pemerintahan DKI di bawah Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Berita Terkait



Sumber: JPNN.com
loading...