http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Hati-hati, Ada Aplikasi Penguras Uang dan Data Pribadi Pengguna

Options

VIVA – Salah satu situs video online, Upstream, menemukan bahwa aplikasi Vidmate melakukan sejumlah perilaku mencurigakan.

Aplikasi ini diam-diam menampilkan iklan tersembunyi, dan mengarahkan ke layanan berbayar. Hal ini menyebabkan paket data milik pengguna terkuras olehnya.

Tak hanya menguras paket data, Vidmate juga menguras baterai ponsel serta mengambil data pribadi pengguna.

Menanggapi hal ini, seperti dikutip dari Buzzfeed, Senin, 20 Mei 2019, Juru Bicara Vidmate, Jiatao Chen, membantah aplikasi mereka melakukan hal mencurigakan seperti yang disebut peneliti layanan Upstream.

Ia pun langsung menyalahkan tindakan mencurigakan kepada perangkat pengembang perangkat lunak pihak ketiga (Software Development Kits atau SDKs) beserta mitranya.

"Kami tidak pernah memprogram tindakan tidak profesional ini ke dalam aplikasi inti. Kami juga tidak mentoleransi apa pun yang merugikan pengguna namun sebaliknya," ungkap Chen.

Ia mengaku bahwa Vidmate telah menghentikan kerja sama dengan satu perusahaan yang terlibat dalam laporan Upstream. Pihaknya juga akan terus menyelidiki masalah tersebut.

Lihat Juga

Sementara itu, Kepala Eksekutif Upstream, Guy Krief, mengatakan ketika pengguna mengunduh video dengan Vidmate, maka sebenarnya ponsel mereka ada di dalam kendali aplikasi tersebut, yang tanpa disadari pengguna, data-data mereka diberikan kepada pihak lain.

"Ponsel dan koneksinya menjadi bagian dari botnet yang digunakan untuk melakukan penipuan iklan. Mereka 'menelanjangi' penggunanya," tegas Krief. Vidmate merupakan aplikasi Android yang membuat penggunanya mengunduh video dari sejumlah platform seperti YouTube dan WhatsApp.

Aplikasi yang memiliki hubungan dengan Alibaba ini sangat populer di India, di mana streaming video sangat mahal atau tidak bisa diandalkan. Vidmate dikembangkan dan dimiliki anak perusahaan Alibaba, UC Web, sebelum dijual tahun lalu.

Menurut Krief, selama enam bulan terakhir, Upstream telah memblokir lebih dari 128 juta transaksi mencurigakan oleh Vidmate. Transaksi ini dapat membuat pengguna di Mesir, Brazil, Myanmar dan wilayah lain melakukan langganan mobile yang tidak diinginkan dengan total lebih dari US$150 juta atau Rp2,1 triliun.

Ia juga mengaku mulai memblokir transaksi sejak awal 2017 dan melihat volumenya meningkat secara dramatis pada akhir 2018. Kasus Vidmate mirip seperti perusahaan yang masuk daftar populer seperti Cheetah Mobile, DO Global, atau Kika Tech.

Raksasa teknologi Amerika Serikat, Google, resmi melarang DO Global berada di dalam Play Store. Vidmate juga tidak bisa ditemui di Play Store dan hanya dapat ditemukan dari sumber di luar Google.



Sumber: Viva.co.id
loading...