http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Hoaks Meningkat 100 Persen Jelang Pilpres 2019

Options
Hoaks Meningkat 100 Persen Jelang Pilpres 2019 - JPNN.COM

jpnn.com - Anggota Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan, pengaduan hoaks alias berita bohong yang masuk ke lembaganya diperkirakan meningkat sekitar 100 persen jelang Pilpres 2019. Itu terkait dengan media-media berbadan hukum.

Bila sepanjang 2018 ada sekitar 400 pengaduan, pada tahun 2019 berjalan ini angkanya sudah mencapai 300-an pengaduan. Untuk itu dia mengajak semua pihak bersama-sama melawan hoaks karena dampaknya dapat membahayakan keutuhan bangsa.

"Hoaks ini kan menimbulkan kerugian bagi bangsa kita, kenapa? Karena dia menimbulkan perpecahan. Yang kedua, menimbulkan ketidakpercayaan, di antara kita sesama masyarakat," ucap Stanley.

Hal itu diungkapkannya di sela-sela diskusi publik bertajuk "Lawan Hoaks Demi Keutuhan Bangsa dan Negara" yang diselenggarakan Barisan Advokat Indonesia (BADI), di Cikini, Jakarta Pusat pada Senin (8/4).

"Tapi tidak hanya itu, hoaks meninbulkan ketidakpercayaan kepada badan-badan publik, kementerian, kemudian lembaga-lembaga negara yang punya wewenang memberikan laporan-laporan," sambung Stanley.

Dia menjelaskan, hoaks selalu terkait dengan kebohongan yang menyaru sebagai fakta, tapi memutarbalik data-data, fakta, bahkan gambar dan
sering kali konteksnya dihilangkan dan diganti konteks baru. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di beberapa negara.

"Kita juga harus mencari jalan untuk menanggulangi bersama. Jangan sampai hoaks ini terutama saat tensi politik tinggi, itu menimbulkan potensi-potensi kerawanan sosial, bahkan konflik di antara sesama kita," tambah mantan komisioner Komnas HAM ini.

Terkait hoaks jelang Pilpres sendiri, dikatakan Stanley peningkatannya cukup tinggi. Fenomena ini juga terpantau mendekati momentum politik seperti beberapa kali Pilkada serentak sejak 2015.



Sumber: JPNN.com
loading...