http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Ini Hal yang Harus Diperhatikan Penderita Asma Saat Pandemi Corona

Options

loading...

JAKARTA - Pasien asma merupakan kelompok di antara mereka yang berisiko besar dalam pandemi virus corona atau COVID-19. American College of Allergy, Asthma and Immunology (ACAAI) mengatakan pasien asma harus mengambil tindakan pencegahan.

Dilansir WebMD, sangat penting untuk menjaga asma terkontrol dengan baik, sehingga disarankan untuk meneruskan pengobatan. Menurut ACAAI, tidak ada obat asma termasuk kortikosteroid dan biologik inhalasi yang terbukti meningkatkan risiko terserang COVID-19.

Namun, jika seseorang positif terinfeksi virus, tidak ada informasi bahwa obat asma akan membuat infeksi semakin buruk. ACAAI merekomendasikan untuk menghubungi ahli alergi jika pasien dengan asma memiliki pertanyaan, kesulitan bernapas atau gejala asma menjadi lebih parah.

Baca Juga:

Orang lain yang berisiko lebih tinggi dari COVID-19 termasuk orang tua, dan orang dengan defisiensi imun atau kondisi kronis lainnya yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Untuk saat ini, ACAAI menyarankan pasien asma atau yang mungkin memiliki kekurangan kekebalan untuk melanjutkan perawatan. Mengingat asma harus terkontrol dengan baik, maka nebulizer harus digunakan dan dibersihkan dengan benar.

Sejauh ini, 80% kasus COVID-19 ringan dan bertahan untuk waktu yang terbatas. Gejalanya meliputi demam, batuk dan napas pendek. ACAAI menyarankan orang untuk mengikuti rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS seperti tinggal setidaknya 6 kaki dari orang yang sakit, jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut, sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik atau menggunakan pembersih tangan yang mengandung alkohol setidaknya 60%.

Gunakan tisu untuk menutupi batuk dan bersin, lalu segera buang tisu, bersihkan atau desinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh dan jika sakit tinggal di rumah. Di sisi lain, spesialis asma menekankan bahwa pasien harus tetap menggunakan inhaler preventif mereka selama pandemi ini.

"Orang dengan asma membutuhkan steroid (pencegahan) mereka," kata Mitchell Grayson, MD, seorang ahli alergi-imunologi di Rumah Sakit Anak Nationwide.

Michael Blaiss, MD, direktur medis eksekutif dari American College of Allergy, Asthma & Immunology (ACAAI), membenarkan. "Jika seorang pasien menderita asma mereka harus tetap menggunakan obat asma preventif mereka, yang dalam kebanyakan kasus termasuk kortikosteroid inhalasi," ujar Blaiss, yang juga profesor klinis pediatri di Medical College of Georgia di Augusta.

Asma yang dikontrol secara optimal adalah senjata pertama dalam memerangi infeksi. "Hal terakhir yang kami inginkan adalah pasien menghentikan pengobatan asma mereka dan menjadi sakit parah," ungkap David Hill, MD, seorang spesialis perawatan paru dan kritis di Waterbury, Connecticut.

(tdy)



Sumber: Sindonews.com
loading...