http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Jangan Warnai Rambut Anak Anda, Ini Alasannya

Options
Jangan Warnai Rambut Anak Anda, Ini Alasannya - JPNN.COM

jpnn.com - Banyak orang tua yang suka mendandani anak tidak sesuai dengan usianya, salah satunya mewarnai rambut. Anda mungkin perlu mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

"Saya benar-benar tidak berpikir bahwa merupakan hal yang aman untuk mewarnai rambut anak, setidaknya hingga mereka berusia 16 tahun," kata Dr. Sejal Shah, M.D., seorang ahli bedah kulit yang berbasis di New York, seperti dilansir laman MSN, Kamis (10/1).

Anak-anak cenderung memiliki rambut yang jauh lebih halus daripada orang dewasa, dan karena pewarna rambut serta pemutih bisa merusak, maka rambut anak yang belum matang jauh lebih rentan terhadap kerusakan.

Karena rambut anak-anak mengalami begitu banyak perubahan sejak lahir hingga pubertas, Dr. Shah memperingatkan bahwa rambut dan kulit mereka akan jauh lebih sensitif dan karena itu, lebih mungkin mengalami reaksi kimia.

Bahan kimia bisa menyebabkan masalah pada rambut, kulit kepala dan saluran udara. Reaksi-reaksi ini bisa disebabkan oleh kandungan sebenarnya dari produk-produk rambut tersebut. "Bahan-bahan kimia itu keras dan bisa merusak rambut," jelas Dr. Margarita Lolis, M.D.

Amonia, hidrogen peroksid dan zat kimia yang dikenal sebagai paraphenylenediamine yang umumnya digunakan pada pewarna rambut permanen bisa menyebabkan reaksi yang sangat buruk. Plus, bahan kimia ini bisa mengubah tekstur rambut anak Anda.

"Bahan kimia ini juga berpotensi menyebabkan reaksi negatif pada rambut dan kulit kepala," kata pemilik Eva Scrivo Salon, Eva Scrivo.

Jika Anda berencana untuk menata rambut anak Anda sendiri, Dr. Shah menyarankan untuk menggunakan warna-warna yang tidak tetap. Warna-warna temporer ini hanya melapisi batang rambut anak Anda saja. Selain itu, ada juga alternatif pewarna seperti herbal dan teh yang bisa memberi warna pada rambut.(fny/jpnn)

Berita Terkait



Sumber: JPNN.com
loading...