http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Jokowi Masih Putar Otak Atasi Defisit BPJS Kesehatan

Options
Jakarta, CNBC Indonesia -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Pemerintah tengah berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi defisit anggaran yang dialami oleh BPJS Kesehatan.

Hal itu disampaikan Presiden setelah peresmian pembukaan Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) XXX di Samarinda Convention Center, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis (25/10/2018) sore.

Presiden mengatakan bahwa langkah pertama yang telah dilakukan pemerintah ialah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,9 triliun untuk menutup defisit BPJS Kesehatan.

Jokowi Masih Putar Otak Atasi Defisit BPJS KesehatanFoto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

"Yang kedua nanti kita akan mencari opsi-opsi, Menteri Keuangan juga baru melihat pendanaan yang bisa digunakan untuk BPJS," kata Jokowi, dikutip dari siaran resmi.

Kepada para jurnalis, Presiden menyebut sejumlah opsi yang mungkin saja bisa dipertimbangkan, antara lain efisiensi di tubuh BPJS Kesehatan itu sendiri, termasuk juga memperbaiki tata kelolanya.

Selain itu, Jokowi mengatakan BPJS Kesehatan juga dapat mengintensifkan penagihan bagi penunggak iuran yang saat ini dinilai masih kurang optimal.

"Yang masih tekor itu yang non-PBI (penerima bantuan iuran). Penagihan ini harusnya digencarkan, di sini ada tagihan-tagihan yang belum tertagih. Ini harusnya digencarkan yang iuran ini," ucapnya.

Sementara itu, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar IDI, Presiden mengatakan bahwa dirinya akan turut berdiskusi dengan IDI dan pihak-pihak terkait lainnya.

"Mengenai BPJS, saya sudah tahu semuanya. Tapi nanti saya akan ajak bicara, ini masalah manajemen. Inilah yang perlu kita perbaiki," ujarnya.

(dru)

Sumber: CNBCIndonesia.com
loading...