http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Kakak Beradik Simpan 5 Kg Sabu dan 15 Ribu Ekstasi di Pantai yang Seram

Options

JAKARTA– Dua kakak beradik pengedar narkoba dan terlibat jaringan Malaysia ditangkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri di tempat berbeda.

Dari tersangka EM (39) dan AS (38) disita 50 Kg sabu dan 15 ribu butir ekstasi. Menurut
Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri Brijen Eko Daniyanto, hingga kini pihaknya masih mencari anggota jaringan lain.

Tersangka RM ditangkao di rumahnya di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Minggu (27/2/2019) .
Ditangkap di tempat yang berbeda karena terbukti terlibat aktif jaringan narkotika Malaysia yang siap diedarkan di Indonesia.

“Tersangka RM mengaku telah mengendalikan pengangkutan atau pengambilan sabu, ekstasi dari tengah laut di perairan Labuhan Batu,” ujar Eko di Mabes Polri, Senin (4/2/2019).

Tersangka RM menugaskan adiknya AS beserta temannya yang kini masih buron menjemput narkoba tersebut di tengah laut.

Tersangka AS sendiri ditangkap Selasa (29/2/2019) di Bus PO Chandra tepatnya depan Polsek Kualuh Hulu Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara

Eko menjelaskan, kedua tersangka memiliki peranan berbeda beda. Untuk tersangka RM sebagai penyedia atau pemilik kapal untuk mengangkut narkoba dan menentukan titik koordinat pertemuan kapal serta menentukan penyimpanan narkoba jaringan dari Malaysia tersebut.

Peran AS yakni menjemput barang narkoba tersebut di tengah laut dan membawanya ke daratan Sumatera lalu menguburnya di dalam lumpur untuk mengelabui petugas.

Eko menambahkan, tersangka mengakui barang narkoba tersebut didapat dari warga negara Malaysia yang kini juga masuk Dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Saat ini Mabes Polri sendiri sedang bekerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia untuk mengungkap jaringan Narkoba yang didapat dari warganya.

Hal yang patut diwaspadai dan modus para sindikat narkoba, kata Eko banyak cara yang digunakan.

Salah satu hal yang dilakukan adalah ingin mengelabui pihak petugas dan endusan warga, sehingga barang narkoba jaringan Malaysia tersebut begitu dijemput dan didapat oleh para tersangka langsung dibawa ke tempat yang dianggap angker.

“Mereka ingin mengelabui petugas, dengan menyimpan narkobanya di tepi pantai Tanjung Parapat yang dikenal angker di Sumatera Utara. Mereka rencana siap edarkan barang haram tersebut di wilayah Sumatera Utara,” jelasnya.

Tersangka dikenakan pasal 114 Ayat (2) juncto pasal 132 Ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup. (*/b)



Sumber: Poskotanews.com
loading...