http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Kapolri Tak Izinkan Siapapun Demo di Depan MK, Kapok Toleransi Polisi Disalahgunakan

Options

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kapolri Jendral Tito Karnavian menegaskan tak akan memberikan izin kepada siapun untuk menggelar aksi di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu terkait rencana aksi elemen Persaudaraan Alumni 212 (PA212) yang akan menggelar aksi bertepatan dengan putusan MK pada Kamis (27/6).

Tito menyatakan, pihaknya tak ingin kerusuhan 21-22 Mei lalu terulang dan sekaligus agar tak terjadi ancaman keamanan nasional.

Demikian ditegaskan Tito di Ruppatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019)

“Saya juga sudah menegaskan kepada Kapolda Metro Jaya kepada BIN Kepolisian tidak memberikan izin (aksi massa) di depan MK,” tegasnya.

Untuk hal tersebut, Tito menggunakan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 sebagai dalil pelarangan aksi massa.

Dalam Pasal 6 disebutkan, ada lima hal yang tidak membolehkan aksi massa. Diantaranya yakni aksi menganggu ketertiban umum dan mengganggu hak asasi orang lain.

Tito lantas menceritakan pada aksi 21-22 Mei di depan Kantor Bawaslu, pihaknya sudah memberikan toleransi dan diskresi kebijakan agar massa tetap bisa menggelar aksi.

Padahal, Jalan MH Thamrin merupakan jalan protokol, maka jika dilakukan penutupan akan mengganggu publik.

“Toleransi dan diskresi yang diberikan polri telah disalahgunakan dengan adanya kelompok perusuh yang saya yakin sudah merencanakan,” imbuhnya.

Atas pertimbangan tersebut, Tito menekankan bahwa pihaknya tak mau lagi kebijakannya disalahgunakan oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab yang dengan sengaja melakukan kerusuhan.

“Saya tidak ingin itu terulang kembali. Kebaikan yang kita lakukan diskresi, saya tidak ingin lagi disalahgunakan. Untuk itu saya larang semua unjuk rasa yang melanggar ketertiban publik,” tegas Tito lagi.

Kapolri juga menyatakan, pihaknya tak akan segan-segan melakukan tindakan tegas jika masih ada yang nekat dan akan membubarkan aksi massa dimaksud.

Kendati demikian, Tito juga menegaskan kepada anggotanya agar tetap berpatokan pada aturan yang berlaku dalam menghadapi massa demonstrasi.

“Kalau mengganggu kepentingan publik, kita akan bubarkan. Tapi saya sudah menegaskan kepada anggota saya tidak boleh membawa peluru tajam. Itu protapnya,” pungkas Tito.

(jpc/ruh/pojoksatu)



Sumber: Pojok Satu
loading...