http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Kehilangan Cristiano Ronaldo Sama Saja Kehilangan 50 Gol!

Options

POJOKSATU,id, MADRID – Real Madrid dipecundangi Ajax di pentas Liga Champions leg kedua babak 16 besar di Santiago Bernabeu, Rabu (6/3/2019) dini hari WIB.

Tuan rumah tersingkir di pentas Eropa itu setelah dilumat 1-4 dan kalah agregat 3-5 dari wakil Belanda itu. Sebelumnya, Madrid menang 2-1 di kandang Ajax.

Hasil ini tentu mengejutkan banyak pihak mengingat, Real Madrid berstatus sebagai juara tiga kali beruntun pentas paling bergengsi di benua biru itu.

Real Madrid, Tamat Sudah!

Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions, Lihat Reaksi Pemain dan Mantan Barcelona

Miris, Los Blancos Sampaikan Permintaan Maaf pada Madridista

Cristiano Ronaldo memerlihatkan lima jarinya sebagai pesan ia telah memenangkan lima trofi Liga Champions

Legenda timnas Belanda, Ruud Gullit menilai, kepergian Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo musim ini menjadi awal petaka keruntuhan Real Madrid.

Karena itu, melepas Ronaldo ke Juventus tanpa sigap mencari penggantinya merupakan kesalahan terbesar klub asal ibukota Spanyol itu.

Ronaldo memutuskan hengkang ke Serie A Italia untuk bergabung dengan Juventus setelah mempersembahkan tiga trofi beruntun Liga Champions untuk Los Blancos.

“Anda tidak punya Ronaldo. Itu merupakan 50 gol yang hilang,” kata Gullit seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman beIN Sports.

Gullit bahkan memuji langkah Zidane yang memilih mundur setelah ditenggarai mengetahui akan rencana kepergian Ronaldo.

“Zidane sudah cukup cerdas untuk meninggalkan Real Madrid ketika mereka kehilangan Ronaldo. Itulah yang sebenarnya terjadi, dan siapa pun yang datang ke sana (melatih Madrid) harus menghadapi tugas sulit,” tuturnya.

Karena itu, tersingkirnya Real Madrid usai dikalahkan Ajax di leg kedua babak 16 besar Liga Champions dengan skor telak 4-1 (5-3) tak begitu mengejutkannya, jika melihat performa Los Blancos dalam beberapa bulan terakhir ini.

“Ini tidak mengejutkan. Sebab jika melihat Madrid dewasa ini, dan pertandingan pertama saat melawan Ajax di kandangnya, saya melihat beberapa kesempatan,” ucapnya.

“Lalu Anda melihat permainan Barcelona di Madrid, yang juga mengungguli mereka. Dan bagian terburuknya adalah ini merupakan pertandingan termudah Ajax dalam semusim, melawan Madrid,” tandasnya.

(qur/pojoksatu)



Sumber: Pojok Satu
loading...