http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Masuki Industri 4.0, SDM RI Diingatkan Lagi Akan Berhadapan dengan Robot

Options

loading...

JAKARTA - Pemerintah telah mendorong industri di Tanah Air untuk masuk ke Industri 4.0. Kebijakan ini membawa banyak perubahan di berbagai bidang, baik sosial, budaya, maupun ekonomi.

Menyambut era serbadigital ini, sumber daya manusia (SDM) di Indonesia harus ditingkatkan mengingat dalam Industri 4.0 ini, manusia tidak lagi bersaing dengan sesama manusia. Jika tidak berkompetensi, maka mereka bakal tergantikan oleh mesin.

Menjawab tantangan itu, Universitas Esa Unggul dan Ikatan Sarjana Teknik dan Manajemen Industri Indonesia (ISTMI) bersama Indonesia Club menggelar Industrial Talk bertajuk "Millenial Industry For Indonesia 4.0" di Ballroom Aula Kemala, Universitas Esa Unggul, Kamis (28/3/2019).

Baca Juga:

Sejumlah pemangku kebijakan, pelaku industri dan perguruan tinggi mengikuti kegiatan ini. Di antaranya, perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma dan Ketua ISTMI Faizal Safa.

“Seminar Industry for Indonesia 4.0 menjadi sangat penting digelar sebagai tonggak dan tantangan manusia Indonesia dalam perkembangan teknologi yang makin pesat, khususnya memasuki revolusi industri generasi keempat yang diikuti oleh pemutakhiran seluruh sektor untuk menerapkan IOT (Internet of Things),” kata Arief Kusuma saat membuka seminar.

Dikatakannya, tantangan di Industri 4.0 ialah memanfaatkan teknologi informasi (TI) untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah untuk berkontribusi membuat Indonesia mandiri dan maju. “Untuk itu seluruh daya, baik pikiran maupun tenaga perlu dimaksimalkan dalam menjawab tantangan ini," katanya lagi.

Arief menegaskan, dalam industri 4.0 ini akan ada banyak perubahan yang terjadi. Salah satunya pekerjaan-pekerjaan baru yang muncul akibat pengaruh digitalisasi dan otomatisasi.

"Banyak pekerjaan baru yang akan menggantikan pekerjaan yang sudah lama ada, contohnya di dunia perbankan sudah muncul Fintech, di dunia transportasi sudah muncul jasa kendaraan online, dan masih banyak lagi," bebernya.

Sementara itu, Ketua ISTMI, Faizal Safa, mengatakan, Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia memiliki peran yang strategis dalam menentukan arah pembangunan nasional melalui peningkatan kompetensi dalam memadukan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Peran Strategis kami dalam menyongsong Industri 4.0 ini ialah meningkatkan kualifikasi kami sebagai tenaga professional agar mampu menumbuhkan penguatan dan penguasaan pasar industri Indonesia. Salah satunya kami (ISTMI) bersama-sama BKTI-PII melakukan sosialisasi UU Keinsyiuran dan Program Percepatan Sertifikasi Insinyur Profesional dalam penerbitan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI)," tandas Faizal.

Pendapat yang sama disampaikan Sekjen Kementerian Perindustrian, Haris Munandar. Dia mengutarakan, pemerintah saat ini sangat gencar dalam memperkenalkan INDI 4.0 sebagai aksi percepatan industri memasuki era revolusi industri keempat.

Dirinya menjelaskan, Indi 4.0 merupakan tools yang diterapkan pada industri untuk melakukan self assessment. Dengan harapan, industri akan tahu posisinya berada di mana dalam konteks industri 4.0.

Selain menyerap teknologi terbaru, Haris mengatakan, pemerintah juga mengupayakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia nasional agar dapat menyongsong era ini. Untuk itu, sejumlah program peningkatan SDM dilakukan, misalnya menjalankan proyek percontohan untuk pendidikan vokasi agar ada link and match antara dunia pendidikan dan industri.

"Penting sekali kita menyelaraskan antara dunia pendidikan dan industri yang saat ini sangat cepat berkembang. Hal ini sangat penting karena SDM berkulitas berasal dari dunia pendidikan, baik vokasi maupun perguruan Tinggi. Terutama bagi para lulusan teknik dan manajemen industri daya tawarnya sangat tinggi dalam era industri saat ini," pungkasnya.

(mim)



Sumber: Sindonews.com
loading...