http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Nasabah Sebut Rp 16,4 T Dana Asuransi 'Gagal Bayar' Jiwasraya

Options
Jakarta,CNBC Indonesia - Forum Komunikasi Pemegang Polis Bancassurance Jiwasraya mengklaim, total dana yang masuk pada produk Bancassurance PT Asuransi Jiwasraya tercatat sebesar Rp16,4 triliun. Besaran dana tersebut berasal dari tujuh bank yang berlaku sebagai penjual produk.

"Dan kebanyakan dari mereka adalah orang asing. Ada orang Korea, India dan Malaysia," kata Koordinator Forum Rudyantho, dikutip Sabtu (19/1/2019).

Berdasarkan data yang dipegang forum, jumlah pemegang polis yang tercatat totalnya ada 17.721 orang. Paling banyak dana produk ada di Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp 3,89 triliun dengan 3.687 pemegang polis. Dilanjutkan dengan Standar Chartered Bank (SCB) sebesar Rp 3,26 triliun dengan 2.983 pemegang polis.


Di Bank BTN mencapai Rp 2,71 triliun dengan 2.839 pemegang polis. Bank QNB sebesar Rp 1,66 triliun dengan 1.865 pemegang polis. Bank ANZ sebesar Rp 1,47 triliun dengan 1.703 pemegang polis. Bank Victoria sebesar Rp 1,37 triliun dengan 2.284 pemegang polis.

Lebih rinci lagi, jumlah dana yang ada di Bank KEB Hana dari klien lokal saja sebesar Rp 1,53 triliun dengan jumlah klien sebanyak 1.139 orang. Sementara, klien dari Korea sebesar Rp572 miliar dengan jumlah klien 474 orang.

"Kita mendesak pemerintah untuk bisa merespon," imbuhnya.

Hingga saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian BUMN belum memberikan tanggapan. Forum mendesak adanya tanggapan dari Pemerintah.

Asal tahu saja, Forum Komunikasi Pemegang Polis Bancassurance Jiwasraya merupakan kumpulan nasabah Jiwasraya yang memegang polis JS Saving Plan dari Jiwasraya yang gagal bayar. Jumlah anggota forum lebih dari 200 pemegang polis.

Pada 1 Oktober 2018, Jiwasraya menyatakan mengalami kesulitan likuiditas sehingga harus menunda pembayaran polis JS Saving Plan yang jatuh tempo. Totalnya Rp 802 miliar.

(roy/dru)



Sumber: CNBCIndonesia.com
loading...