http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Pembahasan RUU Data Pribadi Lamban, Dituding Ada Campur Tangan Asing

Options

VIVA – Pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi masih lambat. Jelang masa bakti DPR periode 2014-2019 berakhir, belum ada tanda-tanda RUU tersebut masuk ke parlemen untuk pembahasan. Ada dugaan tercium aroma titipan asing dalam pembahasan RUU tersebut.

Penggugat class action Facebook dalam skandal data pribadi pengguna di Indonesia menduga lambannya pembahasan aturan data pribadi itu ada campur tangan asing. 

"RUU Perlindungan Data Pribadi harus berpihak kepada kepentingan nasional, kami mencium ada banyak titipan asing dalam RUU ini yang sedang digodok pemerintah saat ini dengan didukungnya acara-acara pembahasan RUU tersebut oleh platform media sosial internasional," ujar Executive Director Indonesia ICT Institute (IDICTI), Heru Sutadi dalam keterangannya Sabtu 6 Juli 2019. 

IDICTI bersama Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII) dan Forum Masyarakat Peduli Telekomunikasi Indonesia (FMPTI), merupakan penggugat Facebook dalam skandal bocornya data pengguna Indonesia beberapa waktu lalu. Skandal ini menyeret firma Cambridge Analytica. 

Lihat Juga

Mengingat aturan data pribadi sangat penting, Heru sangat menyarankan pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi sebaiknya menunggu masa bakti DPR periode 2019-2014 saja. Alasannya, jika dibahas periode DPR saat ini bakal tidak efektif. 

"Mendesak agar RUU Perlindungan Data Pribadi sebaiknya dibahas DPR periode yang baru saja karena sangat krusial, sementara DPR periode sekarang sudah tidak optimal," ujar Heru. 

Senada dengan LPPMII dan IDICTI, Ketua Umum FMPTI Edi Junaedi mendesak agar RUU Perlindungan Data Pribadi yang sudah masuk Prolegnas sejak 2015 sampai dengan 2019, dibahas DPR periode baru yang mulai bekerja pada Oktober 2019.
 
"RUU Perlindungan  Data Pribadi sudah masuk Prolegnas empat tahun lebih digodok terus, ada apa sebenarnya? Terbuka saja ke publik kendalanya. Kami siap membantu bahkan jiwa dan raga kami siap berkorban untuk tegaknya hukum perlindungan data pribadi NKRI agar negara kita berdaulat dan tidak dipandang sebelah mata negara lain," ujar Edi. [mus]



Sumber: Viva.co.id
loading...