http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Pentagon Akan Kerahkan 800 Tentara ke Perbatasan AS-Meksiko

Options
Washington - Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon akan mengerahkan sekitar 800 tentara ke perbatasan AS-Meksiko.

Langkah ini akan dilakukan setelah Presiden Donald Trump mengatakan, militer akan membantu mengatasi "darurat nasional" dan meminta karavan berisi para migran untuk kembali ke Meksiko.

Pasukan tambahan tersebut akan meningkatkan jumlah pasukan Garda Nasional sebanyak 2 ribu personel yang telah dikerahkan untuk mendukung operasi-operasi di perbatasan, dan bisa berasal dari berbagai pangkalan militer di AS.


Seorang pejabat AS mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (26/10/2018), Menteri Pertahanan AS Jim Mattis akan menandatangani perintah pengerahan pasukan tersebut pada Kamis atau Jumat besok. Dalam pasukan tersebut akan termasuk para dokter dan teknisi yang akan dikerahkan untuk memberikan dukungan logistik termasuk tenda, kendaraan dan peralatan.

Langkah ini diambil seiring ribuan migran Amerika Tengah menyeberangi Meksiko untuk menuju AS dengan menggunakan karavan yang bergerak lambat. Kebanyakan dari migran tersebut adalah warga Honduras yang ingin meninggalkan kemiskinan dan ketidakamanan di negara yang marak dengan kekerasan brutal geng-geng jalanan.

"Bagi mereka yang ada di Karavan tersebut, berbaliklah, kami tidak mengizinkan orang-orang masuk ke Amerika Serikat secara ilegal," tulis Trump dalam postingan di Twitter pada Kamis (25/10) sore waktu setempat.

"Kembalilah ke negara kalian dan jika kalian mau, ajukan kewarganegaraan seperti yang dilakukan jutaan orang lainnya!" tulis Trump.

Sebelumnya Trump mengatakan dalam postingan di Twitter bahwa hukum yang dicanangkan partai Demokrat membuat sulit untuk menghentikan laju imigran di perbatasan Meksiko. "Saya akan mendatangkan militer untuk Darurat Nasional ini. Mereka akan dihentikan," tulis Trump di Twitter.

(ita/ita)



Sumber: Detik.com
loading...