http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Perang Dagang Bikin Pesimis Investor, Nasib Euro Bagaimana?

Options
Jakarta, CNBC Indoensia - Baru bulan lalu warga Jerman optimistis dengan kondisi ekonomi negaranya, kini muncul kembali pesimisme. Hal tersebut tercermin dari rilis data indeks sentimen ekonomi yang dirilis oleh institusi ZEW Selasa (14/5/19).

Hasil survei yang dilakukan oleh 300 investor dan analis menunjukkan angka indeks sentimen ekonomi sebesar -2,1 di bulan Mei, menurun dari bulan lalu sebesar 3,1. Rilis tersebut sekaligus mematahkan prediksi kenaikan menjadi 5,1 di Forex Factory.

Mata uang euro terpantau memangkas penguatan pasca-rilis data ini, diperdagangkan di kisaran US$1,1238 pada pukul 16:22 WIB. Padahal sebelum data dirilis, mata uang 19 negara ini berada di level US$1,1243.

Melansir FX Street, Presiden ZEW Achim Wambach mengatakan penurunan indikator sentimen ekonomi menunjukkan para pelaku pasar finansial memprediksi dalam enam bulan ke depan akan banyak tantangan bagi pertumbuhan ekonomi Jerman.


Perang dagang terbaru antara Amerika Serikat (AS) dengan China menambah ketidakpastian akan akan tingkat ekspor Jerman. Ekspor dikatakan Wambach sebagai kunci dari pertumbuhan ekonomi Jerman.

Sebelumnya pada Selasa pekan lalu Komisi Eropa telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman di tahun ini. Sebagai motor penggerak ekonomi Uni Eropa, pertumbuhan ekonomi Jerman di tahun ini dipangkas menjadi hanya 0,5%, jauh dibandingkan proyeksi 1,1% yang diberikan pada bulan Februari lalu.

Seiring dengan pesimisme terhadap kondisi ekonomi Jerman, Uni Eropa juga mengalami hal yang sama. Indeks sentimen ekonomi yang juga dirilis oleh ZEW sebesar -1,6, turun dibandingkan bulan lalu sebesar 4,5, dan mematahkan prediksi kenaikan menjadi 5,0.


Komisi Eropa juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro tahun ini, dari sebelumnya 1,3% menjadi 1,2%.

Rilis data ZEW hari ini tentunya menjadi kabar buruk bagi mata uang euro, yang sedang berusaha bangkit dari tekanan akibat perang dagang jilid II AS - China.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(pap/prm)



Sumber: CNBCIndonesia.com
loading...