http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Pertukaran Budaya dalam Wadah Sinema Australia dan Indonesia

Options
Festival ini merupakan perayaan keragaman dan kreativitas industri film kedua negara

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sebuah film Australia menceritakan impian menjadi sepasang suami istri, Lauren (Miranda Tapsel) dan Ned (Gwilym Lee) hanya memiliki waktu sepuluh hari untuk menyiapkan segala pernikahan impian mereka. Ketika sampai ke kampung halaman Lauren untuk mewujudkannya, kedua pasangan ini disambut ayah Lauren yang bermuram durja.

Aksi sang ayah yang galau tak lain karena ditinggal ibu Lauren, yang pergi tanpa jejak. Dari situ perjalanan dimulai. Keduanya memutuskan mencari sang ibu hingga Wilayah Utara Australia.

Dibumbui komedi romantis disertai keindahan alam liar Australia, dan keragaman suku Australia, akankah Lauren bertemu sang ibu dan menyatukan kembali orang tuanya? Akankah pernikahan impian mereka bakal terwujud indah?

Top End Wedding menjadi salah satu film yang diputar perdana dalam rangkaian Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2020 yang memasuki tahun kelimanya. Festival ini merupakan perayaan kreatifitas dan keragaman di industri film Australia dan Indonesia. 

FSAI dibuka langsung Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan yang baru saja mendarat di Indonesia selepas menemani Perdana Menteri Australia Scott Morrison dalam pertemuannya dengan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu. Bahkan, Gary ikut menikmati pemutaran film komedi romantis itu hingga akhir film.

Dalam konferensi persnya, Gary mengatakan, Indonesia dan Australia memiliki kesamaan kreativitas dan keragaman dalam dunia industri perfilman. "Kita memiliki kesamaan ketertarikan di bidang visual dan cerita, untuk itu kerja sama mengembangkan ini semua dilakukan," ujar Gary sebelum menonton Top End Wedding di CGV Grand Indonesia, Kamis (13/2) sore.

FSAI kali ini akan dilaksanakan di enam kota besar Indonesia, di antaranya Jakarta, Surabaya, Makasar, Bandung, Makasar, dan Yogyakarta. "Film merupakan jendela menuju budaya lain di suatu negara, dan pilihan film kami di FSAI ini memberikan wawasan tentang masyarakat Australia yang beragam, multikultural, dan kreatif," kata Gary.



Sumber: Republika.co.id
loading...