http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Populasi Banyak, Indonesia Potensi Besar Untuk Pasar Mobil Listrik Mitsubishi

Options
Jakarta - Memiliki wilayah luas dan jumlah penduduk yang besar, membuat Indonesia menjadi salah satu pasar yang diincar pabrikan otomotif. Tidak terkecuali untuk pasar mobil listrik, yang dinilai masih akan masih bisa tumbuh.

Meskipun demikian, pasar indonesia masih belum seiap menerima perkembangan kendaraan listrik. Karena pasar Indonesia dinilai belum terlalu percaya dengan teknologi kendaraan listrik dan masih mengidolakan mobil konvensional.

"Potensinya oke karena di sini populasinya banyak. Tapi sekarang mereka (konsumen-Red) masih berfikir mobil konvensional," ujar Director of Coordination & Development Division PT MMKSI, Ogi Ikematsu saat menghadiri peluncuran Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di SPBU COCO Pertamina 31.12.902 yang terletak di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Ikematsu yakin jika pasar indonesia sudah mengubah pola pikirnya terhadap mobil listrik yang lebih ramah lingkungan, maka akan membuka pasar kendaraan listrik terus berkembang.

"Bila kita bisa mengubah presepsi itu, PHEV atau EV adalah kendaraan yang lebih aman, seperti tidak menyetrum kalau menerjang banjir. Maka market akan terbuka," tambah Ogi.

Selain itu belum berkembangnya pasar kendaraan listrik di Indonesia, terkait masalah harga masih dinilai sangat mahal jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional.

"Dibandingkan mobil konvensional, mobil listrik lebih mahal karena teknologi ini baru. Baterainya juga mahal," ungkap Ikematsu. Ikematsu melanjutkan jika mobil listrik semakin dikenal maka akan sangat menguntungkan bagi konsumen.

"Ketika mobil listrik jadi terkenal seperti kemudahan cas dan lebih murah, ini akan menjadi besar. Sebab dibandingkan isi bahan bakar, mobil listrik lebih murah dibanding kendaraan konvensional," tambah Ikematsu.

Dengan penggunaan mobil listrik secara masif, Ikematsu juga berpendapat hal ini akan membantu perekonomian Indonesia. "Nantinya Indonesia tidak usah lagi impor BBM, jadi trade balance nya bakal baik," tutup Ikematsu. (rip/lth)



Sumber: Detik.com
loading...