http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Pria Ini Menggerayangi Perempuan Berdalih Meneladani Presiden Trump

Options

AMERIKA- Seorang pria ditahan setelah dituduh menggerayangi seorang perempuan dalam pesawat terbang. Dalam penuturannya kepada polisi AS, pria itu mengatakan sekadar menuruti perkataan Presiden Donald Trump yang pernah mengatakan meraba-raba perempuan itu boleh-boleh saja

Pria tersebut ditahan di New Mexico dengan tuduhan melakukan “kontak seksual secara kasar” setelah ia diduga menyentuh dada seorang penumpang yang duduk di depannya.

Saat itu awak pesawat kemudian membantu korban untuk mencari tempat duduk lain sementara pria tersebut ditangkap saat tiba di Albuquerque.

Dalam rekaman yang beredar selama kampanye pemilihan presiden, Trump pernah sesumbar tentang meraba-raba alat kelamin perempuan.

Berdasarkan dokumen gugatan pidana di pengadilan distrik di Albuquerque, terdakwa mengatakan kepada polisi bahwa ia melakukannya, karena “Presiden Amerika Serikat mengatakan boleh-boleh saja menyentuh alat vital perempuan”.

Pengadilan menyatakan, terdakwa akan tetap ditahan sambil menunggu sidang pendahuluan.

Bila terbukti melakukan kontak seksual secara kasar pria tersebut akan dipenjara maksimal dua tahun dan denda sebesar $250,000 atau sekitar Rp 3,5 miliar.

Bagaimana kejadiannya?

Dalam pengaduannya perempuan itu menyebutkan bahwa ia tertidur di dalam pesawat setelah lepas landas, namun mendadak terbangun karena “bagian dada kanan dan lingkaran sekitar bra”nya disentuh.

Awalnya ia menyangka ia tersentuh tidak sengaja, namun, katanya, setengah jam kemudian ia diraba-raba untuk yang kedua kalinya.

Ia langsung beranjak dari kursinya dan menegur pria yang duduk di belakangnya.

Perempuan itu lalu dibantu oleh seorang awak pesawat untuk pindah ke kursi lain yang jauh dari orang itu.

Selama kampanye pemilu AS tahun 2016, muncul rekaman yang menunjukkan suara Trump yang sesumbar tentang kesukaannya menggerayangi perempuan.

Rekaman itu adalah percakapan pada tahun 2005 dengan pembawa acara TV Billy Bush, namun tak satu pun dari kedua pria itu sadar bahwa mereka sedang direkam.

Dalam rekaman itu terdengar Trump mengatakan, sebagai orang terkenal, “kita dapat melakukan apa saja kepada perempuan,” termasuk “menyentuh alat kelamin mereka”.

Trump yang saat itu masih merupakan calon presiden meminta maaf dengan mengatakan rekaman tersebut bukanlah cerminan dirinya.(BBC)



Sumber: Poskotanews.com
loading...