http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Produk Pertanian AS Terancam, Jika Tarif Meksiko Diberlakukan

Options
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Meksiko mencapai kesepakatan, dan mencegah perang tarif antara keduanya. Kesepakatan ini tercapai setelah tiga hari perundingan di Meksiko.

Baik AS dan Meksiko berjanji mengambil langkah tegas untuk menahan migrasi yang sebagian dilakukan oleh Amerika Tengah, yang melewati bagian selatan AS.


Semula, jika tidak mencapai kata sepakat, AS akan menerapkan tarif impor 5% terhadap produk dari Meksiko pada Senin waktu setempat.

Trump juga mengumumkan penangguhan tarif terhadap Meksiko ini dalam akun Twitter pribadinya. Rincian perjanjiannya akan segera dirilis segera oleh Departemen Luar Negeri AS.

"Meksiko telah setuju mengambil langkah-langkah kuat untuk membendung gelombang migrasi yang melalui Meksiko dan ke perbatasan selatan kita. Ini dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan imigran ilegal yang datang dari Meksiko ke AS," cuit Trump.

Sebelumnya, pada hari ketiga perundingan Trump menyatakan ada peluang AS mencapai kesepakatan dengan Meksiko, atas tuntutannya untuk membatasi jumlah migran Amerika Tengah yang melintasi perbatasan selatan AS.

Pemerintah AS mengatakan tetap akan menerapkan tarif impor 5% untuk semua barang Meksiko mulai Senin waktu setempat, jika tidak ada kesepakatan.

Petugas perbatasan AS menangkap lebih dari 132 ribu orang yang menyebrang dari Meksiko pada Mei. Jumlah pelintas ini tertinggi sejak 2006.
Trump pun menyebutnya sebagao "invasi" dan memaksa Meksiko untuk melakukan tindakan, dengan ancaman mengenakan kenaikan pungutan menjadi 25%.

Melansir Reuters, poin penting dalam pembicaraan tersebut adalah permintaan AS agar Meksiko menerima lebih banyak pencari suaka, sebagai "negara ketiga yang aman".

"Jika kita dapat membuat kesepakatan dengan Meksiko, maka ada potensi kami akan mulai kerja sama perdagangan produk pertanian dan produk agrikultur tingkat tinggi, dan akan dimulai segera," cuit Trump.

Sementara eskpor pertanian AS diproyeksi menjadi sektor yang paling terpukul jika ada tarif balasan dari Meksiko, yang merupakan importir utama jagung, gandum, daging babi, dan susu.

Presdien Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan AS membuat kesalahan dengan menghubungan soal imigrasi dan perdagangan. Namun dalam perundingan dengan AS, Lopez pun memberikan sinyal positif.

"Ada dialog dan kesepakatan bisa dicapai, saya optimistis kesepakatan bisa tercapai," katanya.

Namun jika kesepakatan tidak tercapai, maka hal itu dilakukan untuk mempertahankan martabat Meksiko. (hps)



Sumber: CNBCIndonesia.com
loading...