http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Raih Hasil Buruk di Kejuaraan Dunia, Tim Estafet Segera Evaluasi

Options

JAKARTA – Pelatih atletik nomor lari cepat (sprint), Eni Nuraini bakal mengumpulkan para atletnya dalam waktu dekat untuk melakukan evaluasi sebagai persiapan SEA Games 2019 di Filipina.

Para atlet, nantinya bakal digenjot dalam latihan untuk penguatan fisik, teknik kecepatan, hingga daya tahan tubuh.

Menurutnya, catatan waktu perorangan para atlet sejauh ini masih belum memuaskan. Hal itu merujuk pada hasil yang diraih tim estafet Indonesia pada Kejuaraan Dunia Estafet (World Relays) IAAF di Yokohama, Jepang, Sabtu (11/5/2019) lalu.

“Hasilnya masih belum memuaskan. Makanya dalam waktu dekat kami akan kembali melakukan evaluasi dengan mengumpulkan para atlet dalam waktu dekat,” tandasnya kepada para awak media, belum lama ini.

Tim estafet Indonesia yang dimotori Lalu Muhammad Zohri, Mochammad Bisma Diwa Abina, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara mencatatkan waktu 39,39 detik dan menduduki peringkat 7 di heat 1.

Indonesia berada di belakang Inggris, Brasil, Jamaika, Afrika Selatan, Jerman, Australia, dan berada di depan Venezuela serta Polandia. Selain catatan waktu, Eni juga akan melakukan evaluasi mengenai kekompakan tim estafet.

Pelatih atletik terbaik se-Asia itu juga tidak menampik dengan adanya perubahan dalam tim estafet Indonesia, menyusul masuknya Bisma.

Sebelumnya, posisi Bisma diisi Fadlin Ahmad yang saat ini menjadi asisten pelatih sprint.

“Kemarin hanya masuk ranking 19, jadi masih lebih jelek dari hasil Asian Games (dengan catatan waktu 38,77 detik). Memang ada perubahan atlet, sehingga masih belum kompak dan harus banyak latihan,” jelasnya di Stadion Madya Gelora Bung Karno.

Sementara itu, Fadlin, selaku asisten pelatih menambahkan bahwa selain evaluasi para atlet masih memerlukan sinkronisasi sehingga waktu tidak terbuang.

Meski menorehkan hasil yang kurang memuaskan, ia optimis tim estafet Indonesia masih berpeluang masuk dalam kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. “Untuk itu kami harus mengikuti lebih banyak kejuaraan dunia menambah pengalaman para atlet,” tuntasnya. (junius/ys)



Sumber: Poskotanews.com
loading...