http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Rekam Jejak Mobil China di RI, Sempat Pergi dan Datang Lagi

Options
Jakarta - Mobil China di Indonesia bukanlah pemain baru. Dulu, sebelum kedatangan Wuling dan DFSK sudah ada Chery dan juga Geely.

Terlihat dalam data penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) di situs resmi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Chery pertama kali datang ke Tanah Air pada tahun 2006.


Chery menantang Toyota, Mitsubishi, Suzuki, Daihatsu, Honda dan sederet merek Jepang lain yang penjualannya tembus puluhan ribu unit. Tahun pertamanya, Chery masih harus belajar banyak dengan produsen mobil Jepang yang terlebih dulu hadir di sini. Dalam kurun waktu satu tahun, Chery hanya berhasil menjual 279 unit mobilnya di Indonesia. Tahun kedua, penjualan Chery meningkat. Meski tak sampai ribuan unit, setidaknya Chery bisa melepas 759 unit.
Chery QQChery QQ Foto: Jac-Q Chery Club

Hasil baik masih ditorehkan Chery memasuki tahun ketiga. Chery mebukukan penjualan mencapai 853 unit. Tahun 2009, penjualan Chery mulai merosot setengah, tercatat cuma 407 unit mobil terjual.

Penjualan Chery terus anjlok tiga tahun berturut-turut (2013-2015) tak ada mobil yang terjual. Hingga pada tahun 2016, nama Chery tak lagi ada dalam penjualan Gaikindo.


Selain Chery ada juga Geely. Nasib Geely tak jauh berbeda dengan Chery. Geely masuk tahun 2011 dan harus mengakhirinya pada 2017. Penjualannya pun tak terlalu fantastis. Namun secara jumlah, Geely masih lebih baik dari Chery.

Tahun pertama, Geely bisa menjajakan 1.022 unit mobilnya. Kemudian tahun 2012 penjualan meningkat menjadi 1232 unit. Masuk tahun ketiga, produsen mobil China ini makin merosot. Tahun 2016, Geely tak lagi sanggup menjual mobilnya di Tanah Air.

Tahun 2017, produsen mobil China yang sempat pergi datang kembali saat Wuling dan DFSK memutuskan membangun pabrik di Tanah Air. Citra buruk pun menghinggap di kedua merek mobil China itu.

Tak jarang masyarakat Indonesia masih trauma dengan Geely dan Chery, sehingga Wuling dan DFSK turut dipandang sebelah mata.


Secara penjualan, Wuling tercatat lebih baik. Wuling bahkan mampu menggeser posisi Nissan dan Datsun yang tidak terlalu aktif. Wuling sepanjang tahun 2018 bisa menjual 17.022 unit.
Wuling Almaz.Wuling Almaz. Foto: Ruly Kurniawan

Sedangkan DFSK hanya 1.222 unit. Keduanya memang memiliki strategi yang berbeda. Wuling ingin mengambil ceruk di pasar mobil MPV, sementara DFSK memilih SUV.

Mobil-mobil DFSKMobil-mobil DFSK Foto: DFSK
(dry/ddn)

Sumber: Detik.com
loading...