http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Resmi APRO Kendalikan Bank Dinar, Kuasai 77,38% Kepemilikan

Options
Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi borong saham PT Bank Dinar Indonesia Tbk (DNAR) di pasar negosiasi yang terjadi pada 25 Oktober 2018 terjawab sudah. Aksi tersebut dilakukan oleh APRO Financial CO.LTD.

Dalam transaksi tersebut APRO Financial membeli saham DNAR di harga Rp 396,89 per saham dengan total beli bersih Rp 691,01 miliar. Dalam aksi ini APRO Financial resmi menjadi pengendali baru Bank Dinar dengan menguasai 77,38% saham.

Mengutip keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 Oktober 2018, ada 15 pihak yang kepemilikannya diakuisisi APRO Financial.


Paling besar adalah saham milik Nio Yantony. APRO Financial mengakuisisi 29,16% saham milik Nio Yantony. Pasca aksi ini kepemilikan Nio Yantony tinggal 4,998%.

Berikutnya saham milik Saiful Amir dan Andre Hartawan. APRO Financial mengakuisisi 10,58% saham Saiful Amir dan 21,15% saham milik Andre Mirza Hartawan. Pasca aksi ini Saiful dan Andre tak lagi memiliki saham di Bank Dinar.

Proses akuisisi dilakukan APRO dengan mengambil alih saham DNAR melalui pasar negosiasi. Sepanjang hari ini, tercatat ada 30 transaksi atas saham DNAR yang dilakukan di pasar negosiasi.

Pihak pembeli selalu menggunakan broker BNI Sekuritas (NI), sementara pihak penjual terpantau menggunakan 2 broker yakni OCBC Sekuritas Indonesia (TP) dan Mandiri Sekuritas (CC).

Secara total, ada 1,74 miliar saham yang ditransaksikan dengan nilai Rp 691,01 miliar, sama persis dengan nilai beli bersih investor asing yang sudah disebutkan di atas.

Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, Bank Dinar membukukan kinerja yang positif. Net interest income (NII) melejit 12,9% YoY menjadi Rp 62,9 miliar, sementara laba bersih meroket 24,3% YoY menjadi Rp 7,26 miliar.

Saat ini, Bank Dinar berada di kategori BUKU I (bank dengan modal inti di bawah Rp 1 triliun).

[Gambas:Video CNBC]

(roy/hps)

Sumber: CNBCIndonesia.com
loading...