http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Sinergi Bea Cukai, BNN, dan Polri Gagalkan Peredaran 1,4 Ton Ganja

Options

loading...

JAKARTA - Sinergi antara Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Polri, kembali berhasil membekuk jaringan pengedar narkotika dalam jumlah besar. Di wilayah Bogor, petugas gabungan setidaknya mengamankan 1,4 ton ganja siap edar, sementara di Medan sebanyak 300 butir ekstasi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai, Heru Pambudi, mengungkapkan, kronologi penindakan yang telah dilakukan petugas gabungan berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa di wilayah Jawa Barat dan Tangerang akan terjadinya transaksi narkotika jenis ganja yang dikirim dari Aceh.

Selanjutnya petugas gabungan BNN, BNN Provinsi Jawa Barat, Bea Cukai Pusat, dan Bea Cukai Soekarno-Hatta, menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, pada Rabu (30/1.2019) lalu sekitar pukul 08.00 WIB, petugas gabungan mendapati satu buah truk box keluar dari kapal Mutiara Sentosa I yang baru saja sandar di Pelebuhan Tanjung Priok.

Baca Juga:

Rute Kapal tersebut diawali dari Pelabuhan Panjang di Lampung menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Selanjutnya tim melakukan surveillance terhadap truk box tersebut hingga truk box termonitor ke arah Bogor dan berhenti di daerah Baranangsiang, Bogor Timur.

“Petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap sopir truk tersebut dengan inisial BS. Dari keterangan yang diperoleh, sopir tersebut akan menuju daerah Sukabumi,” ujar Heru dalam konferensi pers, Jumat (1/2/2019). (Baca juga: BNN Sergap Mobil Pembawa 500 Kg Ganja di Bogor, 3 Pelaku Diringkus)

Masih di hari yang sama, sekitar pukul 19.45 WIB di tempat yang berbeda, petugas kembali mengamankan seorang pelaku berinisial IM. Sebelum ditangkap petugas memonitor pergerakan IM yang mengambil paketan ganja dari kargo Lion Parcel, di mana paketan tersebut dikirim dari Aceh dan dialamatkan kepada IM.

Selanjutnya petugas BNN Pusat berkoordinasi dengan BNNP Jawa Barat dan Rutan Kebon Waru-Bandung untuk melakukan pengembangan, sehingga berhasil diamankan satu warga binaan inisial SP yang diduga sebagai pengendali. (Baca juga: Sinergi Bea Cukai, BNN dan TNI Gagalkan Penyelundupan 114,9 Kg Sabu)

Keeseokan harinya, Kamis 31 Januari 2019 sekitar pukul 07.45 WIB, di salah satu rumah di daerah Serua-Depok, Jawa Barat, diamankan dua orang tersangka inisial AS dan AB. Keduanya ditangkap setelah sebelumnya mengambil paketan ganja di kargo Lion Parcel. Kemudian paketan ganja tersebut dibawa kerumah AB untuk dibuka dan dihitung.

Dari operasi kali ini petugas berhasil mengamankan 1,4 ton narkotika jenis ganja, satu truk box, 3 buah mobil, beberapa buah handphone, dan kartu identitas dari kelima orang tersangka. Saat ini petugas telah membawa para tersangka ke BNN untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Tidak hanya berhasil mengamankan ganja dalam jumlah fantastis, sinergi aparat penegak hukum ini juga telah berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis ekstasi di Sumatera Utara. Pada 24 Januari 2019, BNN dan Kapolda Sumut berhasil menggerebek sebuah rumah yang dijadikan pabrik ekstasi di Medan. Penindakan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan oleh Bea Cukai Soekarno Hatta. “Bea Cukai juga telah melakukan uji laboratorium dengan hasil positif berupa psikotropika,” kata Heru.

Mengingat paket berisi psikotropika tersebut telah diatensi baik dari Bea Cukai, maupun BNN, maka pada hari Kamis, 24 Januari 2019, telah dilakukan penindakan. Penindakan berawal dari informasi masyarakat bahwa salah satu tersangka yang tengah buron dan dicari BNN terkait clandestine narkoba di Marelan berinisial R yang berhasil melarikan diri pada saat penggerebekan di tahun 2017 kembali membuat ekstasi bersama beberapa anggota sindikatnya.

Petugas melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan barang bukti berupa 300 butir ekstasi yang terbungkus dalam kertas koran, serta berhasil mengamankan tersangka berinisial G, I, R, dan A. Tersangka berinisial A merupakan penyedia bahan dan pengendali jaringan pembuat ekstasi yang merupakan narapidana di Lembaga Permasyarakatan Tanjung Gusta Medan.

Berdasarkan informasi lebih lanjut, menurut tersangka G dan I selain bahan prekursor tersebut didapatkan dari tersangka A, sebagian bahan lainnya didapatkan dari China melalui jasa pengiriman logistik internasional. “Sindikat ini sudah satu tahun melakukan kegiatan produksi ekstasi dan selalu berpindah-pindah. Mereka mencetak ekstasi hanya sesuai pesanan. Selesai mencetak, bahan-bahan disimpan dan disembunyikan bersama bumbu dapur,” ungkap Heru.

Melalui kasus ini, kata Heru, Indonesia kembali diperingatkan bahwa jaringan narkotika tidak akan pernah berhenti untuk menyelundupkan barang yang membahayakan anak bangsa itu. “Untuk itu, kami imbau masyarakat untuk selalu dapat membentengi diri dan mendukung pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika, salah satunya dengan melaporkan tindakan mencurigakan kepada aparat penegak hukum. Kami juga berharap sinergi yang baik antar aparat penegak hukum terus berjalan dan selalu dapat ditingkatkan, untuk mengamankan masyarakat dari ancaman barang haram tersebut,” pungkasnya.

(thm)



Sumber: Sindonews.com
loading...