http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Soetrisno Ajak Warga Muhammadiyah Pahami Makro Ekonomi Sebelum Pilih Capres

Options
Soetrisno Ajak Warga Muhammadiyah Pahami Makro Ekonomi Sebelum Pilih Capres - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir menghormati sikap politik Persyarikatan Muhammadiyah yang memposisikan diri tidak berpihak pada salah satu pasangan calon presiden (capres).

Sebagai warga Muhammadiyah, Soetrisno Bachir merasa perlu mengajak warga Muhammadiyah lain agar menjatuhkan pilihannya berdasarkan pendekatan rasional dan spiritual.

"Pendekatan rasional yang paling mudah dinilai adalah pada prestasi kerja bidang ekonomi dari masing-masing capres," kata Soetrisno saat menyampaikan pidato Arah Baru Ekonomi untuk Indonesia Berkemajuan dalam Simposium Ekonomi Indonesia yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Sabtu (23/3).

Baca juga: Soetrisno Bachir Datang, Dukungan Warga Muhammadiyah ke Jokowi Naik 10%

Sebagai ketua KEIN, yang tugasnya memberikan nasehat pada presiden, dia mengatakan, indikator ekonomi makro selama Pemerintahan Jokowi menunjukan capaian yang positif, sehingga memunculkan optimisme dari berbagai kalangan. Hal ini tercermin pada terkendalinya laju inflasi, mempertahankan pertumbuhan ekonomi, serta penciptaan lapangan kerja.

"Di tengah situasi ekonomi dan politik global yang tidak menentu, pemerintah mampu mempertahankan pertumbuhan pada tingkat yang cukup baik," ujar Soetrisno Bachir.

Baca juga: KEIN Usulkan Kenaikan Jumlah Entrepreneur Hingga 5 Persen

Dia menolak penilaian berbagai kalangan yang mengatakan Kabinet Kerja gagal mewujudkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen. Untuk mencapai pertumbuhan sebesar itu dibutuhkan situasi ekonomi dan politik yang kondusif. Padahal dalam realitasnya, perkembangan dan kebijakan ekonomi global turut berpengaruh pada Indonesia, seperti kenaikan suku bunga Fed, perang dagang Amerika Serikat - Tiongkok, gejolak di Venezuela, dan persiapan pelaksanaan British Exit (Brexit) pada Maret 2019.

Berita Terkait



Sumber: JPNN.com
loading...