http://bacaberita.info/
HOME I NASIONAL I INTERNASIONAL I EKONOMI I OLAHRAGA I HIBURAN I IPTEK I INDEKS

Tarif Angkutan Penyeberangan Direncanakan Bakal Naik

Options

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana akan menaikkan tarif angkutan penyeberangan.

Namun begitu, sebelumnya Kemenhub menggelar Uji Publik Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Perhubungan tentang Mekanisme Penetapan dan Formulasi Tarif Angkutan Penyeberangan dan Penyesuaian Tarif Angkutan Penyeberangan Antar Provinsi di Mandarin Oriental Hotel Jakarta, Selasa (8/10).

Uji materi ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi.

Dirinya menjelaskan, ada banyak pertimbangan mengapa rancangan peraturan menteri ini muncul.

“Salah satunya karena banyak permintaan ke saya untuk melakukan evaluasi terhadap tarif penyeberangan. Saya kira banyak perkembangan yang menuntut kita untuk memperbaiki aspek keselamatan dan keamanan, dalam penyelenggaraan angkutan penyeberangan,” kata Budi.

“Tentang tarif ini merupakan keseimbangan antara bagaimana willingness to pay dari masyarakat dan cara kami dari pemerintah membangun sistem keselamatan untuk masyarakat. Jadi bicara keselamatan itu tidak ada toleransi, artinya kalau mahal pun tidak masalah asal selamat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Budi berharap regulasi ini bisa memperbaiki aspek keselamatan.

“Saya ingin kita semua fokus, begitu sudah menyepakati adanya kenaikan harga nanti harus ada evaluasi lagi terhadap keselamatan baik Sumber Daya Manusia, sarana- prasarana, dan sistemnya,” ucapnya.

Sementara, Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan, Chandra Irawan dalam bahan paparannya menyatakan ada delapan substansi perubahan dalam RPM baru tersebut.

Yakni, perubahan indeks satuan unit produksi dari 0,73 menjadi 0,78, besaran SUP untuk masing-masing golongan, besaran tarif infant/ bayi.

Kemudian, tahap kenaikan tarif untuk mencapai 100 persen, mekanisme kenaikan tarif jika Harga Pokok Penjualan sudah mencapai 100 persen, mekanisme dan regulasi online ticketing dan diferensiasi tarif.

Selain itu, layanan tambahan kelas tarif non ekonomi dan koefisien pemakaian BBM per PK per jam= 0,10.

“Mekanisme kenaikan tarif ini akan dilakukan secara bertahap. Selain itu paling cepat tahapan kenaikan tarif dilakukan paling cepat satu tahun,” jelas Chandra.

Adapun mekanisme kenaikan tarif yang bertahap yakni melalui tahap pengusulan oleh asosiasi, kemudian dilakukan evaluasi oleh Pemerintah bersama stakeholder terkait secara periodik.

Tarif yang diusulkan kemudian harus disetujui oleh pejabat sesuai kewenangan hingga pada tahap akhir pemerintah melalui Kemenhub menetapkan besaran kenaikan tarif.

(chi/jpnn/pojoksatu)



Sumber: Pojok Satu
loading...